For all my friend. :) emuach hahaha

jika aku kembali


ya rabb.. jika memang akan tiba waktuku untuk kembali kepadamu.. jadikan aku buah yg ranum nan segar, buah yang kau cintai. jangan engkau jadikan aku buah yang busuk dan berulat, yang akan hanya akan kau lempar kepanasnya api nerakaMU.

Ya rabb.. kuatkan aku, karena kutau semua yang aku cintai didunia ini memang harus aku relakan untuk aku tinggalkan..

Ya rabb.. kuatkan aku, karena sakit ini makin parah dan makin membuat aku lemah. Ya rabb, jangan engkau biarkan sakit ini melemahkan iman dan ibadahku.. Jadikan aku hambaMU dari golongan yg sedikit ya rabb..

doa untuk sahabat


Ketika bulan menegur bumi
Aku sedang asyik masyuk, di atas sajadah
Berkelana diantara belantara kata-kata

Tapi aku belum juga
Kemana perginya kata-kata indah
Untuk kupersembahkan
Kepada paduka penguasa semesta

Aku sengajakan diri bersedia waktu
Bagi sahabatku yang dulu kuingin ia
jadi kekasihku………….

Segerakan baginya pasangan yang pantas
Pantaskan ia mereguk secangkir kalau ia bersedia cangkir
sebaskom kalau ia bersedia baskom
selaut samudra jika ia bersedia……..
bagi tiap teguk bahagia cinta
……………perkenankanlah ia
amin  :)

mmmm mmmmm mmmmm


MMM.. memang begitu lah.. :) hanya bisa tertawa, hanya bisa tersenyum tak perduli hati remuk redam.. tak perduli jiwa tersiksa.. yah memang harus begitu.. Seperti temang yang selalu ngomong ‘Save My Soul’ ah kalo aku lebih memilih ‘Save My Money’ :p….

Mmm.. Ini hari malas sedunia.. lagian besok kan libur ah curi start hari ini gw liburin diri.. Menunggu waktu jumatan.. akan aku tumpahkan semua perasaan dan keluh kesah dihati ini hanya kepadaMU Rabb…

kubuka jendela dihati


berhari-hari aku coba menyendiri, kembali merenung gejolak dihati. Kadang rasanya damai, kadang ada da rindu yg menyayat laksana sembilu.. “perih hati ini jenderal” zikir dan doa tak henti2nya kulantunkan dalam sunyiku, berharap hati ini tetap dijaga olehNYA… Dimana letak kedamaian itu??? Dimana letak bahagia itu jika mendengar alunan dari surat suciMU???? Jangan lah kau tarik iman dari hatiku… Berhari-hari aku coba mencari kembali setitik cahaya yang selalu terlihat dalam pekatnya hatiku. Tiap desah napas kuniatkan sebagai Zikrullah, tiap aliran darah kuniatkan sebagai syukur kepadaMU.. Tapi senandung hatiku selalu mendesah lirih dengan doa dan harapan. Doa ini dengan sendirinya terucap direlung hatiku.. “Ya Allah tuhanku zat yang maha tunggal, Ya allah tuhanku zat yang menanamkan perasaan cinta dihatiku. Ya Allah jika dia tercipta untukku sebagai jodohku, maka tumbuhkanlah perasaan cinta yang sama dihatinya dan jadikan perasaan itu hanyalah untukku Ya Allah, dan aku menjadi tenang karenanya.

Tapi jika dia bukanlah tercipta untukku, maka bahagiakanlah dia Ya Allah, dan sabarkan hatiku Ya Allah, jadikanlah aku mahluk yang selalu berserah diri hanya kepadamu.”

Al-Qur`an itu obat hati


Bismillahhirramanirrahim..
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dan mengajarkan penjelasan dan menurunkan kepadanya Al-Qur’an, dan menjadikannya Al-Qur`an sebagai sumber nasihat, obat, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidak ada keraguan dan tidak ada penyelewangan didalamnya. Dia menurunkan Al-Qur`an sebagai penguat, pembela dan nur bagi orang-orang yang memiliki keyakinan. Shalawat dan salam yang sempurna dilimpahkan keatas mahluk yang paling sempurna dari golongan manusia dan jin, yang nurnya menerangi hati dan kubur manusia. Kedatangannya merupakan rahmat untuk seluruh alam. Semoga shalawat dan salam terlimpah keatas keluarganya dan kepada para sahabatnya. Amma Ba`du.

Hati manusia sesungguhnya laksana cermin yang bening. Dan seharusnya tiap-tiap jiwa harus menjaga kebeningan dari cermin ini.  Kita harus selalu menjaganya dari debu dan noda yang selalu hinggap yang akan membuat cermin ini tak sebening saat diciptakanNYA. Sesungguhnya noda dan debu ini adalah hijab bagi cermin. Semakin bening cermin semakin terang Nur Ilahiyah yang memantul darinya, akan tetapi semakin bernoda cermin ini maka semakin redup Nur Ilahiyah yang memantul darinya.

Debu dan noda ini perumpamaan bagi penyakit hati seperti  iri, hasad, dengki dan sifat munafik , bisa juga perumpamaan dari kekeliruan kita yang disebabkan oleh pengaruh hawa nafsu, misalnya rasa cinta yang berlebih kepada selain Allah. Sesungguhnya Allah menganugerahkan perasaan cinta ini agar kita bisa belajar dan mengenal diri, bukankah siapa yang mengenal dirinya pasti akan mengenal tuhannya??? tetapi kebanyakan dari kita sering berbelok arah, sering keliru dalam menempatkan rasa cinta ini. Dunia ini penuh tipuan yang selalu menggoda kita dengan segala pernak-perniknya yang semu. Barang siapa mencintai dunia maka dunia akan menghinakannya, tetapi barang siapa yang menghinakan dunia maka dunia akan selalu mengejarnya. Kita dibolehkan untuk memiliki dunia, tapi jangan sampai dunia memiliki kita. Sebagaimana firman Allah “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”  (Qs Al-A`Alaa :16-17).


Seperti halnya manusia yang terjebak oleh rasa cinta yang berlebih kepada mahluk. Maka perasaan itu akan selalu menyiksa dan menghinakannya. Tetapi barang siapa yang meletakkan cintanya atas kemuliaan agama Allah, meletakkan cintanya atas keihlasan yang tulus untuk bersujud kepada Allah maka Allah akan memuliakannya dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah “Maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta jannah kenikmatan” (Qs Al-Waaqi`ah:89).

Allah telah menurunkan Al-Qur`an yang mulia sebagai obat bagi hati manusia. Sebagaimana firman Allah “Dan kami turunkan dari Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur`an itu tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (Qs Al-Isra:82)
Al-Qur`an akan memperbaiki hati bagi pembacanya, Al-Qur`an akan membawa kembali kebeningan pada cermin yang telah pekat tertutup noda. Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw. Bersabda “Belajarlah Al-Quran dan bacalah ia. Sesungguhnya perumpaan Al-Qur’an bagi orang yang mempelajarinya, lalu membacanya dan mengamalkannya adalah seperti sebuah kantong terbuka yang penuh dengan kasturi, baunya semerbak menyebar keseluruh tempat. Dan perumpaan orang yang belajar Al-Qur`an tetapi tidur, sedang Al-Qur`an berada dihatinya, adalah seperti kantong penuh kasturi yang mulutnya tertutup.” (Tirmidzi, Nasa`I, Ibnu Majah, Ibnu Hibban). Sesungguhnya hati yang dihiasi oleh Al-Qur`an akan selalu membawa manfaat bagi sekitarnya.
Pernah aku mencintai mahluk dengan cara berlebih, sungguh perasaan ini menyiksa dan seakan membunuh kejernihan pikirku. Dan dengan Al-Qur`an Allah mengobati hatiku, membuatku selalu tersenyum dan bersyukur. Semoga Allah memuliakanku karenanya. Dari Aisyah r.ha. Rasulullah saw,. Bersabda , “Orang-orang yang ahli dalam Al-Qur`an akan bersama para malaikat pencatat yang mulia lagi benar. Dan orang yang terbata-bata membaca Al-Qur`an serta bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (Bukhari, Muslim, Abu Dawud).

Sepantasnya lah manusia beriman tidak meninggalkan bacaan Al-Qur`an dan selalu menghiasi hatinya dengan Al-Qur`an. Dari Abu Musa r.a., Rasulullah saw. Bersabda, “Perumpaan orang mukmin yang membaca Al-Qur`an seperti jeruk manis, baunya harum, rasanya enak. Perumpaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an seperti kurma, tidak harum tetapi rasanya manis. Perumpaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an seperti bunga yang harum, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan munafik yang tidak membaca Al-Qu`ran seperti  buah paria, tidak berbau dan rasanya pahit.” ( Bukhari, Muslim, Nasa`I, Tirmidzi). Perbanyaklah membaca Al-Qur`an. Isilah setiap waktu luang anda dengan alunan indah dari bacaan Al-Qur`an.

whats going on?


Semalam aku terdiam, merenungi sejenak kenapa aku bisa terjebak diluasnya samudera perasaan yang isinya hanya pekatnya kabut asmara, seakan luasnya tak bertepi. Sungguh aku telah terlalu jauh berharap hingga aku tak mampu lagi untuk menata kembali hatiku. Logika tak lagi bisa membohongi hati, perasaan ini telah terlalu kuat mencengkram isi hatiku, seakan kuku-kuku tajamnya mengoyak hatiku, menancap tajam jauh didasar hati. Coba kulepaskan tapi hati seakan disobek diiringi sejuta sakitnya sayatan.

Ah terlalu hiperbol.. tapi jujur aku sakit, teringat aku akan kisah-kisah yg dulu, selalu saja seperti ini. Ketika aku benar-benar mulai merasakan yang namanya cinta ma seorang wanita, seketika itu juga aku tersadarkan akan sakitnya, seakan semua mimpi dan buaian indah bisikan cintanya hilang disapu badai. Dihatinya tiada lagi perasaan yang dulu, apa karena aku memang telat merasakannya??? Atau memang aku yang terlalu berharap, ah sungguh aku tidak mengerti.

Tapi kisah yang terukir akan berbeda, ketika aku menjalin hubungan hanya karena sekedar permainan, siwanita takluk tak berdaya, tapi buat apa??? aku sama sekali tidak bahagia.. aku dah bosan dengan yang namanya permainan hati, aku dah bosan dengan yang namanya memikat wanita hanya karena ingin dibilang hebat oleh orang disekelilingku.. Aku ingin berada disebelah wanita yang benar-benar aku cintai, wanita yang benar-benar bisa membuat aku bahagia. Bukan wanita yang sebenarnya aku pura-pura sayang sama dia, bukan wanita yang aku pura-pura cinta padanya hanya karena rasa kasian…..

Yah… anggap saja yang aku alami ini, luka berkali-kali ini, sebagai balasan dari masa laluku.. dah terlalu banyak hati yang aku sakiti.. Semoga kamu yang aku sayangi, yang aku cintai dengan tulus mendapatkan laki-laki yang pantas dan menyayangimu lebih dari cara aku menyanyangimu.. Mencintaimu lebih dari cara aku mencintaimu…

terhenyak aku melihat sukses mereka


bingung dengan perjuangan dan perjalanan hidupku yang kadang diatas angin terkadang berada didasar sekali. Aku coba berpikir dan belajar dari kisah sukses orang yang udah sukses, sebut saja my father, beliau dah sukses dalam hidupnya kini tinggal menikmati masa pensiunnya dipedalaman sana, Good luck dady.. Makasih atas semua didikannya, makasih atas kerasnya didikanmu yang dulu aku anggap kejam, tapi ternyata setelah aku dewasa baru aku pahami maksudmu, Engkau pernah marah besar ketika aku larikan motor yang engkau belikan untuk kuliahku dulu.. aku lebih senang ikut balapan liar ketimbang mendengar dan mematuhi semua nasihatmu, aku baru sadar setelah motor itu hancur tak berguna, yang kini hanya jadi tumpukan besi tua. Tapi dengan sabarnya engkau memberiku pengertian, engkau pernah berkata “Janganlah engkau bangga dengan apa yg kamu dapatkan dari orang tuamu.. Tapi banggalah dengan apa yang kau peroleh karena jerih payahmu..” Satu tahun dulu waktu aku masih dibangku kuliah, Satu tahun aku tidak diberi uang jajan :P ternyata baru kini aku sadar, biar aku bisa belajar tentang kerasnya hidup, terima kasih, karena kerasnya didikanmu aku lebih bisa menghargai orang. Maafkan aku yang tidak bisa menemanimu disana, karena sibuknya pekerjaanku disini. Semoga allah melimpahkan semua kebaikan dan rahmat atas kesabaran selama mendidik aku dari kecil hingga besar ini.

khuruj fii sabiilillah


Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama allah yang maha pemurah dan maha penyayang, Allahumma shalli alla Muhammad. Segala puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hambanya untuk selalu bersyukur dan bersujud kepadanya. Berbicara masalah khuruj fii sabiilillah banyak sekali pertentangan dari para ulama, semoga Allah mengampuni dosa-dosaku, atas postingan ini. Sekedar ingin berbagi dari pengalaman khurujku.

Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz telah ditanya : “Saya telah keluar bersama Jamaah Tabligh ke India dan Pakistan, kami berkumpul dan shalat di mesjid-mesjid yang di dalamnya terdapat kuburan, dan saya mendengar bahwa shalat di mesjid yang di dalamnya terdapat kuburan, maka shalatnya batal (tidak sah), apakah pendapat Syeikh tentang shalat saya, apakah saya mengulanginya, dan apa hukum khuruj (keluar) bersama mereka kepada tempat-tempat seperti ini?

Jawaban
“Bismillah walhamdulillah, amma ba’du : Sesungguhnya Jamaah Tabligh, mereka tidak mempunyai ilmu dan pemahaman dalam masalah-masalah akidah, maka tidak boleh keluar (khuruj) bersama mereka, kecuali bagi orang yang memiliki ilmu dan pemahaman tentang akidah yang benar yang dipegang teguh oleh ahli sunnah waljamaah, sehingga ia membimbing, dan menasehati mereka, serta bekerja sama dengan mereka dalam kebaikan, karena mereka gesit dalam beramal, akan tetapi mereka butuh pemahaman ilmu dan butuh kepada orang yang akan memahamkan mereka dari kalangan ulama-ulama tauhid dan sunnah. Semoga Allah menganugerahkan kepada semua akan pemahaman dalam agama dan konsekwen di atasnya.

Adapun shalat di dalam mesjid-mesjid yang di dalamnya ada kuburan, maka
shalatnya tidak sah, dan kamu wajib mengulangi shalat yang kamu kerjakan di mesjid-mesjid itu, karena Nabi bersabda : “Allah telah melaknat Yahudi dan
Nasrani yang mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid”.

(muttafaqun ‘alaihi). Dan sabda Beliau: “Ingatlah sesungguhnya orang sebelum kalian, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi dan orang-orang shaleh mereka sebagai mesjid, ingatlah, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai mesjid, sesungguhnya saya melarang kalian akan itu”. [Hadits Riwayat Muslim].

Hadist diatas pernah saya baca, dan kejadian khurujnya jamaah diindia dan pakistan dalam masjid-masjid yang disebut, Hanya allah yang tau. Karena khurujnya jamaah diindonesia tidak seperti itu. Dan masih banyak sekali sinyalemen negatif dari khuruj ini seperti berikut ini.

Pertanyaan Kedua : “Saya pernah membaca beberapa fatwa Syeikh (Ibnu Baz). Dan Syeikh mendorong / mengajak pelajar (penuntut ilmu) untuk keluar (khuruj) bersama Jamaah Tabligh, dan alhamdulillah kami telah khuruj bersama mereka, dan kami memetik faidah yang banyak, akan tetapi, wahai Syeikh yang mulia, saya melihat sebagian amalan (yang dikerjakan-pent) tidak ada tercantum di dalam Kitabullah dan sunnah rasul-Nya seperti :

[1]. Membuat lingkaran di dalam mesjid pada setiap dua orang atau lebih, lalu
mereka saling mengingat sepuluh surat terakhir dari Al Quran, dan konsisten
dalam menjalankan amalan ini dengan cara seperti ini pada setiap kali kami
khuruj (keluar).
[2]. Ber’itikaf pada seriap hari Kamis dalam bentuk terus menerus.
[3]. Membatasi hari untuk khuruj, yaitu tiga hari dalam satu bulan, empat puluh hari setiap tahun dan empat bulan seumur hidup.
[4]. Selalu doa berjamaah setiap setelah bayan (pelajaran).
Bagaimanakah wahai syeikh yang mulia, jika seandainya saya keluar bersama jamaah ini, dan saya melakukan amalan-amalan dan perbuatan ini yang tidak pernah terdapat di dalam kitabullah dan sunnah rasul, ketahuilah wahai syeikh yang mulia, sesungguhnya merupakan hal yang sangat sukar sekali untuk merobah metode (manhaj) ini. Beginilah cara dan metode mereka seperti yang diterangkan di atas.

Jawaban.
“Apa yang telah anda sebutkan dari perbuatan jamaah ini (Jamaah Tabligh) seluruhnya adalah bid’ah, maka tidak boleh ikut serta sama mereka, sampai mereka berpegang teguh dengan manhaj kitab dan sunnah serta meninggalkan bid’ah-bid’ah.”

Aku berlindung kepada ALLAH dari murka dan siksanya, dan semoga ALLAH menunjukkan jalan lurus bagi hambaNYA. Tapi apa yang jamaah ini lakukan semata-mata niat karena ALLAH, tidaklah aku lihat keihlasan pada hati mereka sebelum aku ikut khuruj bersama mereka. Semua apa yang dilakukan, semata-mata mengajak anak manusia untuk kembali kepada ALLAH.

Masjid tua Kebon Jeruk, Jakarta Selatan itu seperti tidak pernah mati. Ia selalu hidup dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Apalagi setiap hari Kamis, sekitar 2000 laki-laki berkumpul di masjid yang didirikan tahun l718 oleh seorang ulama dari negeri Cina ini. Mereka dengan khusyuk mengikuti ceramah yang disampaikan seorang ustadz. Ada yang berpakaian takwa (koko) warna-warni dan berkopiah haji putih. Ada pula yang berpakaian gamis –baju panjang yang biasa dipakai orang Arab. Tak sedikit di antara mereka yang memanjangkan jenggot dan mencukur kumis. Tapi mereka penuh dengan senyum dan menyapa akrab setiap orang.

Mereka adalah anggota Jamaah Tabligh (JT) yang datang tidak hanya dari Jakarta. Melainkan juga dari Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah lain di Indonesia. Bahkan ada pula yang dari India, Pakistan, Malaysia dan Thailand. Umumnya mereka membawa tas-tas besar berisi pakaian dan perbekalan lainnya.

Pengajian yang dimulai usai shalat ashar berjamaah itu disebut takrir, yang berisi soal-soal agama yang muncul selama khuruj (dakwah keluar). Dan juga diadakan evaluasi selama di lapangan, kemudian mendiskusikannya bersama-sama. Usai shalat maghrib, seorang ustadz berdiri di mimbar, dan berkhutbah tentang pentingnya amal shalih bagi setiap Muslim. Bila sang ustadz mengutip hadist atau ayat Al Qur’an berupa ancaman, serempak jamaah berucap istighfaaar “astaghfirullahaladzzim.” Jika yang dikutip berupa kebesaran Allah serempak jamaah menyahut dengan tasbih “subhanallah.”

Usai khutbah ada tasykil, tawaran khuruj secara berombongan. Lamanya dakwah berfariasai mulai 3 hari, 7 hari, 10 hari, 40 hari sampai 4 bulan. “Ayo saudara-saudara kita dakwah, masya Allah, masya Allah. Allah yang akan menjaga anak, istri, keluarga atau harta kita,” katanya. Banyak jamaah antusias menerima ajakan itu. Mereka lalu didaftar dan diseleksi oleh Ahli Syura. Hanya yang memenuhi syarat yang bisa khuruj.

Rangkaian ibadah itu ditutup dengan shalat isya’ berjamaah. Setelah itu jamaah mengisi waktu istirahat dengan berbagai cara. Ada yang berdiskusi dengan kelompoknya tentang persiapan keluar esok harinya atau bertukar pengalaman dengan peserta dari kelompok lain. Ada juga yang tidur-tiduran atau makam malam. Uniknya, makannya memakai tempayan. Satu tempayan dikepung 4-5 orang.

Tengah malam mereka bangun melaksanakan shalat tahajut. Setelah shalat subuh diadakan ceramah kembali hingga matahari terbit. Setelah usai barulah mereka siap-siap untuk khuruj sesuai tujuan masing-masing kelompok. Pelepasan mereka dilakukan oleh Ahli Syura yang terdiri dari tujuh orang: H Ahmad Zulfaqar, H Cecep Firdaus, Muhammad Muslihuddin, Dr AA Noor, Syamsuddin Abdullah, Ir. Aminuddin Noor, dan M Sani Ilyas.

Begitu sampai di tempat sasaran dakwah, mereka menyebar, keluar masuk kampung, pasar, dan warung-warung, sambil tetap berzikir kepada Allah.

Dengan tenang mereka mengajak orang untuk mendengarkan ceramahnya. Usai ceramah, orang-orang itu diajari cara berwudlu, tata cara shalat, dan membaca Al Fatihah serta ayat-ayat Al Qur,an lainnya. Sebelum tugas dakwah selesai, anggota jamaah mengajak masyarakat setempat melakukan dakwah ke tempat lain. “Kalian adalah sebaik-baiknya ummat yang diturunkan ke tengah-tengah masyarakat,” demikian tertulis dalam Al Qur’an Surat Ali Imran, ayat 110, yang dijadikan pedoman mereka.

Menurut Zulfaqar, Penanggung Jawab JT Indonesia, aktivitas JT selama ini tak banyak mendapatkan rintangan, baik dari masyarakat maupun pemerintah. “Awalnya memang ada yang curiga. Tapi setelah tahu, mereka memahami,” katanya.

Berdakwah dengan model khuruj yang menjadi ciri khas JT, kata Amin yang juga penanggung jawab JT Surabaya, memang efektif dan membekas. Contohnya, yang dia alami sendiri. Pada tahun 1985 ada 4 orang warga Malaysia datang ke Kampung Jalan Ikan Gurami IV Surabaya. Amin sempat bertanya-tanya dalam hati, “Mengapa mereka jauh-jauh datang ke Surabaya hanya minta untuk diizinkan boleh numpang beberapa hari di masjid,” ungkapnya. Keempat warga Malaysia (ustadz Amin lupa satu-persatu namanya) selama di masjid Nurul Hidayah itu mengajak jamaah untuk mengamalkan shalat, wirid, memberi ceramah mengenai Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad dan melakukan amalan sunnah lainnya seperti shalat dhuha, iktikaf dan shalat malam. Setelah diamati gerak-gerik dan perilaku mereka, akhirnya Amien kagum dan tertarik. “Saya merasakan, apa yang saya lakukan selama ini belum sesuai dengan sunnah Nabi,” kenangnya.

Khuruj dilakukan secara berkelompok –antara 10 hingga 15 orang– mengunjungi daerah-daerah sesuai sasaran dakwah yang telah ditentukan. Bagaimana dengan pendanaan? Dan bagaimana pula dengan nafkah pada keluarga yang ditinggal di rumah?

“Itu sudah diperhitungkan secara matang,” ujar Amin yang sudah 7 kali keliling dunia (1995 ke Eropa, 1996 ke Australia, 1997 ke Afrika, dan ke beberapa negara di Asia lainnya). “Khuruj jangan disalahtafsiri mengabaikan keluarga di rumah,” timpal Muhammad Muslihuddin, salah seorang anggota Syuro Jamaah Tabligh Indonesia.

Sebelum khuruj, keluarga di rumah terlebih dulu dicukupi nafkahnya. Atau dengan cara lain, misalnya “Bersama keluarga secara berpasangan dengan muhrim-nya, suami dan isteri serta anak-anak,” tambahnya. Soal biaya?

“Itu ditanggung pribadi masing-masing. Karena, dari setiap usaha yang dilakukan sengaja disisihkan untuk dakwah,” ustadz Amin melengkapi keterangan Muslihuddin.

Setidaknya, kata Muslihuddin, dalam sebulan ada 3 hari dan 40 hari dalam setahun yang disisihkan untuk khuruj. Jumlah waktu khuruj ini, katanya lagi, jika dibanding dengan waktu di rumah sebetulnya lebih banyak waktu yang diberikan untuk keluarga di rumah. Kalangan jamaah kita, lanjutnya, sudah paham. Sehingga, ketika ada keluarga, misalnya suami yang melakukan khuruj, istri dan anak di rumah sudah mafhum.

TAK LUPA KERJA

Bagaimana dengan pekerjaan? Menurut Amin, kebanyakan anggota JT lebih enjoy berwiraswasta. Karena tidak terlalu mengikat dengan tugas dakwah. Sebab, tugas utama manusia di dunia ini adalah menyeru atau mengajak orang (lain) pada jalan yang benar. “Kuntum khaira ummat……(Kalian diturunkan ke dunia adalah sebaik-baik umat, dan mempunyai tugas amar makruf nahi munkar),” ujar Amin mengutip al-Qur’an Surah Ali Imran, ayat 110.

Akan tetapi, JT tidak berarti mengikat jamaahnya bekerja pada instansi lain. Kepada anggota JT yang kebetulan bekerja pada suatu instansi yang memang terikat waktunya, soal khuruj tetap tidak bisa diabaikan. “Yang penting bagi kita adalah ikhlash,” tutur Amin. “Keikhlasan ini yang ditanamkan pada kalangan jamaah kami.” Bagi mereka yang kebetulan terikat oleh waktu kerja pada instansi, bisa mengikuti program khuruj 3 hari dalam sebulan. Misalnya, mereka berangkat Jum’at sore selepas kerja hingga Senin pagi –tanpa balik ke rumah– langsung menuju ke tempat kerjanya. Sehingga, dengan cara seperti ini, mereka tidak melupakan kerjanya.

Abdurrahman, misalnya. Karyawan sebuah perusahaan kontraktor di Surabaya ini, kendati masih tergolong baru tapi merasa “asyik” bergabung dalam JT. Dia ikut JT sejak masih kelas 2 STM di Surabaya. Kendati sekarang bekerja pada instansi yang waktunya cukup terikat, namun dia tidak pernah melalaikan khuruj. “Saya bisanya mengikuti khuruj 3 hari dalam sebulan,” akunya.

DICURIGAI

Tak banyak orang yang tahu apa itu JT? Sehingga keberadaan JT banyak dipertanyakan, bahkan di beberapa daerah dicurigai. “Dianggap sebagai ajaran sesat,” ujar Arif dan Abdurrahman, anggota JT Surabaya. Tidak cuma sebatas itu. Pengalaman Arif sewaktu khuruj, dia diusir warga setempat karena dianggap menyebarkan aliran sesat. Bahkan, ketika khuruj ke India, waktu sedang memberikan ceramah di sebuah masjid, Arif didatangi polisi dan sempat diinapkan semalam di Pos Polisi di negara itu.

Arif yang mengaku mulai ikut JT pada tahun 1992, toh tidak kapok. “Bagi saya tak masalah, karena memang belum banyak orang yang tahu apa itu khuruj. Tapi, setelah mereka ikut dalam dakwah kami, ya tidak masalahkan lagi,” kenangnya.

Wisnu Jatmiko, kiranya senasib dengan Arif. Mahasiswa Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer UI ini mengaku mulai tertarik dengan JT pada tahun 1991. Pengalaman pahit yang dirasakan adalah, sewaktu mengikuti klhuruj di Bengkulu (1998). “Saya merasa tertekan. Ketika itu tak ada masjid. Apalagi, waktu itu menjelang Pak Harto lengser, aparat Muspida disana menaruh curiga berat, sehingga rombongan kami dikejar-kejar terus,” kenang Wisnu. “Tapi disitulah, kami merasakan nikmatnya ujian mental keimanan.”

Menurut Drs. Ridlwan Abu Bakar, Msi., adanya kecurigaan-kecurigaan itu cukup wajar. “Karena pada awalnya memang tidak tahu semata. Tetapi setelah ditelusuri, dan tidak menyesatkan, ya tidak dimasalahkan. Toh, kenyataannya mereka hingga sekarang eksis,” ujar Ketua Jurusan Sejarah Peradaban Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ada dua hal yang tidak boleh diperbincang selama Tabligh, yaitu soal politik dan khilafiah (soal agama yang memancing perdebatan). “Alasannya, karena tujuan dakwah itu menyatukan ummat. Sementara politik cenderung memecah belah ummat,” kata Zulfaqar, pensiuan angkatan darat berpangkat Letkol ini.

Dalam kehidupan sehari-hari para anggota dibebaskan untuk mengikuti kegiatan politik yang menjadi pilihannya. Sementara organisasi Islam lainnya, mereka anggap sebagai kawan seperjuangan.

Keharusan khuruj itu didasarkan pada satu hadits Nabi yang berbunyi “apabila ummatku di akhir zaman mengorbankan 1/10 waktunya di jalan Allah, akan diselamatkan.” Maka setiap hari mereka juga harus menyisakan 2,5 jam waktu mereka untuk berdakwah. Bagaimana dengan kita?

‘Host’ HTTP Header Cross Site Scripting (XSS) Vulnerability


karena bosan hari ini, bingung mau ngapain. mau nonton movies eh komputer multimedia kena lock, password nya gak tau lagi, mana nih orang dikantor pada diluar semua. Nasib deh, mau selesain code lg badmood, aku coba-coba ngintip kebugtrack, kok mataku langsung menangkap kata

'Host' HTTP Header Cross Site Scripting (XSS) Vulnerability

Viola.. ini kan bug yang keren, aku klik dan bukan main terkejutnya, ini bug ternyata untuk wp dibawah 2.7 :) fs kan masih version under 2.7. berarti dengan bug ini aku bisa dapat semua password yang punya fs??? duh, kok kalo berbuat jahat pasti dikasih jalan ya.

Ok, deh aku bahas sedikit tehniknya. dalam file wp-includes/wpmu-functions.php terdapat kode seperti dibawah ini :

1848         } else {
1849             echo $_SERVER['HTTP_HOST'];

Coba perhatikan baris 1849 terdapat code“echo $_SERVER['HTTP_HOST'];”
dan ini bisa untuk melakukan injeksi HTML dan script untuk mendapatkan password user.

Metodenya seperti dibawah ini:

$ curl -H "Cookie: my cookies here" -H "Host: "
http://www.example.com/wp-admin/profile.php> tmp.html
$ firefox tmp.html

Javascript code diatas, akan mengeksekusi exploit untuk mendapatkan cokies dari profile pemilik blog. Karena login blog sama dengan login friendster secara otomatis kita bisa mengetahui password fsnya. Weks.. bahaya!!! Admin friendster please patch your system.

kutitip harapan padanya


pernah kutitip harapan padanya, ternyata bukan aku saja yg berharap :), pernah kutitip asa padanya, ternyata bukan asaku saja yg ada padanya. Kini aku harus berjalan tanpa harap dan asa lagi. Biar sepi yang mengajarku, membisiki kalbu untuk tetap tersenyum.

Kini ku harus berjalan, menjauh, menghilang ditengah pekat sakitnya hati, semoga harapan dan asa mereka menjadi kenyataan.